Senin, 19 Maret 2012

potensi sumber daya laut

Potensi Perairan Laut

Indonesia merupakan negara kepulauan dan 70% wilayahnya merupakan lautan yang mempunyai potensi sangat besar dalam pembangunan ekonomi baik secara nasional maupun regional. Hampir seluruh daerah propinsi di Indonesia mempunyai wilayah lautan, hal ini memberi peluang yang besar kepada daerah propinsi untuk mengembangkan potensi kelautan tersebut. Keberadaan lautan tersebut jika dikembangkan dan digunakan secara optimal dan dikelola secara benar akan mendatangkan kekuatanekonomiyangluarbiasa.

Dengan adanya perluasan wilayah kedaulatan dan wilayah kekayaan alam perairan Indonesia dari semula 2 juta km2 menjadi 9 juta km2 maka timbul tantangan baru yang perlu ditangani secara serius. Daerah perairan Indonesia yang cukup luas dengan panjang pantai lebih 81.000 km merupakan wilayah pantai yang subur dan dapat dimanfaatkan bagi kepentingan perikanan. Industri perikanan di Indonesia yang awalnya didominasi oleh perikanan tangkap yaitu hanya mengandalkan hasil tangkapan di laut dikhawatirkan akan menimbulkan dampak lingkungan yang tidak seimbang. Apalagi pada tahun-tahun terakhir telah terjadi over fishing sehingga kelestarian sumber daya perikanan akan terus menurun.

Untuk menjaga kelestarian sumber daya lautan, Perikanan Budidaya merupakan langkah strategis yang harus terus dikembangkan, sebab selain akan menghasilkan produksi yang terus meningkat dan kontinyu, kelestarian sumber daya lauta juga akan tetap terjaga. Ikan Kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat penting dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Permintaan ikan Kerapu ini semakin tahun menunjukkan peningkatan yang tajam. Saat ini permintaan ikan Kerapu di pasar Asia termasuk negara-negara Asean cukup tinggi terutama Hongkong, China, Singapura, Taiwan danJepang.

Budidaya ikan Kerapu mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari lingkungan strategis yang ada dan potensi pengembangan yang tersedia. Upaya meningkatkan hasil produksi ikan Kerapu yang sekarang banyak dilakukan dengan menggunakan sistem budidaya Jaring apung dan pembesaran di Tambak. Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscogatattus) merupakan jenis ikan laut komersial yang mulai banyak dibudidayakan orang, baik untuk pembenihan maupun pembesarannya karena menjanjikan prospek yang bagus. Jenis ikan Kerapu lain yang dapat dibudidayakan adalah Kerapu Sunu atau Kerapu Lodi (Plectomorphus leopardus dan P moculatus), Kerapu Bebek atau Kerapu Tikus (Chromileptes altivelis), Kerapu Lumpur (Epinephelus coioides), Kerapu Kertang atau Kerapu Naga (Epinephelus lanceolatus).

Ikan Kerapu macan merupakan jenis yang paling banyak diminati untuk dibudidayakan karena pertumbuhannya cepat, dalam 12 bulan bisa mencapai ukuran 5- 6 ons. Kerapu naga atau Kertang juga mempunyai prospek yang sangat bagus karena pertumbuhannya lebih cepat dari pada Kerapu Macan namun benihnya saat ini masih belum diproduksi secara massal. Indonesia merupakan produsen terbesar benih Ikan Kerapu, pusat pembenihan sekarang ini yang terbesar adalah di Situbondo Jawa Timur baik jumlah usaha pembenihan ataupun jumlah produksinya.
Karamba Jaring Apung
Karamba Jaring Apung
Kerapu Bebek (Chromileptes altivelis)

Potensi Sumberdaya Kelautan

Potensi dan peluang pengembangan kelautan meliputi (1) perikanan tangkap, (2) perikanan budidaya, (3) industri pengolahan hasil perikanan, (4) industri bioteknologi kelautan dan perikanan, (5) pengembangan pulau-pulau kecil, (6) pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam, (7) deep sea water, (8) industri garam rakyat, (9) pengelolaan pasir laut, (10) industri penunjang, (11) pengembangan kawasan industri perikanan terpadu, dan (12) keanekaragaman hayati laut.
1. Perikanan
Laut Indonesia memiliki luas lebih kurang 5,8 juta km2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, dengan potensi sumberdaya ikan diperkirakan sebesar 6,4 juta ton per tahun yang tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia), yang terbagi dalam sembilan wilayah perairan utama Indonesia.
Di samping itu terdapat potensi pengembangan untuk (a) budidaya laut terdiri dari budidaya ikan (antara lain kakap, kerapu, dan gobia), budidaya moluska (kerang-kerangan, mutiara, dan teripang), dan budidaya rumput laut, dan (e) bioteknologi kelautan untuk pengembangan industri bioteknologi kelautan seperti industri bahan baku untuk makanan, industri bahan pakan alami, benih ikan dan udang, industri bahan pangan.

2. Pertambangan dan energi
Potensi sumberdaya mineral kelautan tersebar di seluruh perairan Indonesia. Sumberdaya mineral tersebut diantaranya adalah minyak dan gas bumi, timah, emas dan perak, pasir kuarsa, monazite dan zircon, pasir besi, agregat bahan konstruksi, posporit, nodul dan kerak mangan, kromit, gas biogenic kelautan, dan mineral hydrothermal.

3. Perhubungan Laut
Transportasi laut berperan penting dalam dunia perdagangan internasional maupun domestik. Transportasi laut juga membuka akses dan menghubungkan wilayah pulau, baik daerah sudah yang maju maupun yang masih terisolasi. Sebagai negara kepulauan (archipelagic state), Indonesia memang amat membutuhkan transportasi laut, namun, Indonesia ternyata belum memiliki armada kapal yang memadai dari segi jumlah maupun kapasitasnya. Data tahun 2001 menunjukkan, kapasitas share armada nasional terhadap angkutan luar negeri yang mencapai 345 juta ton hanya mencapai 5,6 persen. Adapun share armada nasional terhadap angkutan dalam negeri yang mencapai 170 juta ton hanya mencapai 56,4 persen. Kondisi semacam ini tentu sangat mengkhawatirkan terutama dalam menghadapi era perdagangan bebas. Selain diperlukan suatu kebijakan yang kondusif untuk industri pelayaran, maka Peningkatan kualitas SDM yang menangani transportasi sangatlah diperlukan.
Karena negara Indonesia adalah negara kepulauan maka keperluan sarana transportasi laut dan transportasi udara diperlukan. Mengingat jumlah pulau kita yang 17 ribu buah lebih maka sangatlah diperlukan industri maritim dan dirgantara yang bisa membantu memproduksi sarana yang membantu kelancaran transportassi antar pulau tersebut. Potensi pengembangan industri maritim Indonesia sangat besar, mengingat secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau. Untuk menjangkau dan meningkatkan assesbilitas pulau dapat dihubungkan melalui peran dari sarana transportasi udara (pesawat kecil) dan sarana transportasi laut (kapal, perahu, dan sebagainya).

4. Pariwisata Bahari
Indonesia memiliki potensi pariwisata bahari yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Selain itu juga potensi tersebut didukung oleh kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman flora dan fauna. Misalnya, kawasan terumbu karang di seluruh Indonesia yang luasnya mencapai 7.500 km2 dan umumnya terdapat di wilayah taman laut. Selain itu juga didukung oleh 263 jenis ikan hias di sekitar terumbu karang, biota langka dan dilindungi (ikan banggai cardinal fish, penyu, dugong, dll), serta migratory species.
Potensi kekayaan maritim yang dapat dikembangkan menjadi komoditi pariwisata di laut Indonesia antara lain: wisata bisnis (business tourism), wisata pantai (seaside tourism), wisata budaya (culture tourism), wisata pesiar (cruise tourism), wisata alam (eco tourism) dan wisata olah raga (sport tourism).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar